Yakin?

Yakin?

.

Seberapa yakin?

.

Ko bisa yakin?

.

Pertanyaan-pertanyaan ini sulit banget dapet jawaban eksaknya. Akan lebih mudah jika melibatkan hati.

Dalam mengambil suatu tindakan dan merasa yakin dengan apa yang dilakukan terkadang aku sendiri gatau apakah aku benar-benar yakin. Mungkin aku hanya memberikan sugesti ke diri sendiri bahwa aku yakin, atau cukup yakin. Bisa juga sebenarnya sangat yakin.

One thing that I really sure is Allah jauh lebih tahu kadar keyakinanku dalam semua yang aku lakukan -dibandingkan diriku sendiri, mungkin lebih tepatnya selalu tahu. Sama halnya ketika aku berkata bahwa aku beriman kepada Allah. I think only Allah that knows seberapa besar imanku itu.

 

Orang yang memiliki keyakinan yang mantap di dalam hatinya, maka ia akan mendapati bukti-bukti kebenaran keyakinannya di dalam ayat-ayat Allah dan akan mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati. Maka, bukan ayat-ayat itu yang menimbulkan keyakinan, tetapi dengan keyakinan itulah dia dapat mengetahui petunjuknya dan merasa mantap dengan hakikatnya. Keyakinan itu pula yang menyiapkan hati untuk menerima dan melakukan hubungan dengan benar.

– Sayyid Quthb

 

Is It Difficult To Be Happy?

This year I have some plan about the things that I want to buy. So far, it doesn’t work as I planned haha. At first I just stressed out because the everything doesn’t go as I plan. It made me sad and disappointed at the same time. After that I just feel really tired to do anything, I’m not interested to do anything. Then I realized it happen because of sadness and disappointment. Everything just would be so easy to do if we are happy and everything just would be so hard to do if we are not happy.  So to make my life easier I think i should be happy. There are so many feeling that we can choose sad, disappointed, happy so many other feelings. And which feeling that we have is the feeling that we make and choose.

emotion-faces-picture-e1429925480789
Some Emotion Faces

Someone could be happy just to see his parents smile even he has to work from morning til midnight every weekday and  he has no time for himself. Someone could be happy just to listening to their favorite song. Someone could be happy just to having ice cream. And otherwise someone could be if he has a bag that spend 2 million rupiahs for buying one item. Someone could be happy if she has jewelry that made from diamond. Someone could be happy if he has a big motorcycle.

there’s always a reason to be happy, and we are the one that made the reason

There are so many reasons to be happy , and everyone has their own reason to be happy. Is it difficult to be happy? Emmm, it depend on ourself. It could be easy or it could be really hard. Because it’s our choice to choose what the thing that would make us happy. So there’s always a reason to be happy, and we are the one that made the reason.

notes: sorry for my poor skill on english writing, I’m still learning to write properly in english. Hopefully it would be better in the next post hehe

Bagaimana UX memiliki pengaruh terhadap Bisnis?

User Experience (UX) adalah pengalaman secara keseluruhan dari seseorang dalam menggunakan sebuah produk seperti website atau aplikasi, terutama dalam hal seberapa mudah atau seberapa memuaskan produk digunakan. UX dari sebuah produk tidak dipungkiri memiliki peran penting terhadap kesuksesan sebuah produk. Sebuah produk diciptakan atau dibuat untuk dinikmati oleh user sehingga menjadi hal penting untuk menyediakan pengalaman yang berkesan bagi user saat menggunakannya. Dalam hal ini kita tidak fokus pada seberapa canggih produk yang disediakan namun seberapa mudah produk ini dapat digunakan oleh user. Sebuah produk yang sangat canggih belum tentu dapat sukses di pasaran. Terkadang produk yang gak canggih-canggih amat tapi mudah digunakan jauh lebih sukses dibanding produk yang canggih banget tapi ribet untuk digunakan.

“Good design is good business.” – Thomas J. Watson

Saat ini sudah kita tidak asing lagi dengan produk Apple, Facebook dan Google. Bahkan rasanya tidak mungkin ada orang yang tidak mengetahui produk-produk tersebut (meskipun tidak semua menggunakannya). Produk-produk tersebut sukses di pasaran padahal mereka bukan sebagai jenis produk pertama yang ditemui oleh masyarakat. Apple bukanlah smartphone pertama yang dikenal masyarakat, facebook juga bukan media sosial pertama dan google bukanlah satu-satunya search engine yang ada. Semua produk itu sukses karena berhasil meningkatkan UX dari produk-produk mereka. Tidak hanya 3 perusahaan besar tersebut yang menyadari UX yang baik itu penting bagi bisnis mereka namun perusahaan-perusahaan besar lainnya pun seperti Amazon dan AirBnBtelah memiliki kesadaran itu dengan memberikan jumlah investasi yang besar terhadap customer experience[1]

Good user experience is clearly good for business.  Beberapa hal yang bisa didapatkan oleh perusahaan yang berinvestasi di UX [2] adalah:

Meningkatkan penjualan

  • Meningkatkan Customer Retention

    Orang memiliki kecenderungan untuk menggunakan suatu produk yang sudah pernah digunakan jika produk tersebut menyediakan apa yang dia inginkan dan apa yang dia sukai. UX memiliki peran penting untuk memberikan pengalaman yang mengesankan bagi para user agar mereka mengingatnya dan ingin kembali menggunakan produk kita.

  • Meningkatkan Conversion Rates

    Salah satu yang paling mudah dan efektif dari segi biaya untuk menggandakan pendapatan adalah dengan fokus menggandakan conversions dibandingkan menggandakan traffic. Tentunya untuk dapat membuat conversion rate kita harus -memastikan bahwa produk yang disediakan memenuhi kebutuhan user dan telah disesuaikan dengan kebiasaan user. Sehingga UX memiliki peran untuk melakukan riset dan mendesain experiene dari produk sesuai dengan kebutuhan user.

Mengurangi Wasted Development Time

Jika berharap sesuatu yang dilakukan saat pertama kali dapat berhasil maka kita harus melakukan riset dengan benar. Atau jika tidak maka banyak waktu kita akan dihabiskan untuk memperbaiki produk kita. Melalui riset UX kita dapat menghentikan wasted time dan mengurangi waktu pengerjaan hingga 50%.

Biaya yang lebih rendah untuk customer support

UX memiliki peran yang cukup besar dalam hal ini. Jika UX dari produk kita telah baik maka user pun akan dapat dengan mudah menggunakan produk kita. Beda halnya jika UX dianggap masih kurang baik maka kita akan mengeluarkan biaya untuk melatih user dalam menggunakan produk kita.

Dari beberapa poin diatas dapat disimpulkan bahwa UX memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis sehingga untuk membuat UX yang baik bukan tentang keinginan namun sebuah keharusan bagi perusahaan.

“Design is not art. It is about crafting solutions to real issues.” – Mark Boulton

 

Sumber:

[1] Good UX Is Good Business: How To Reap Its Benefits (http://www.forbes.com/sites/forbestechcouncil/2015/11/19/good-ux-is-good-business-how-to-reap-its-benefits/#14502a643c53 )

[2] ROI&UX : How to Calculate and Prove the Value of User Experience Design (https://www.impactbnd.com/blog/roi-ux-how-to-calculate-and-prove-the-value-of-user-experience-design)

Graduation Week (Part 1)

Minggu ke -3 di bulan Oktober ini adalah minggu bersejarah bagi saya karena di minggu tersebut saya resmi menjadi seorang sarjana. Kesibukan di minggu tersebut dimulai pada hari Rabu pagi dengan acara presentasi poster dan presentasi perusahaan yang diselenggarakan oleh fakultas saya yaitu Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB . Acara presentasi poster dan presentasi dari perusahaan berjalan beriringan sehingga saya harus memutuskan untuk mengikuti salah satu acara tersebut. Saya sendiri terpilih menjadi salah satu peserta lomba poster yang telah ditetapkan oleh panitia sehingga memilih untuk mengikuti acara presentasi poster dari awal hingga akhir. Pada presentasi poster yang dilalui saya harus mempresentasikan poster tugas akhir saya hanya dalam waktu 3 menit. Presentasi tersebut dinilai oleh 3 dewan juri yaitu Pak Fadhil (Dosen Penguji saya) , Bu Harlili dan Pak Bandung. Kegiatan presentasi dimulai kurang lebih pukul setengah 9, karena jurusan saya adalah jurusan dengan NIM yang paling akhir diantara 4 jurusan lainnya maka presentasi poster bagi saya dan teman-teman dari jurusan yang sama mendapatkan giliran presentasi di akhir kegiatan ini -nunggunya lumayan lama sih, jadinya agak bosen juga di dalem ruangan hehe.

1476852068385
Saya bersama poster saya

Poster dari para peserta lomba  poster di pajang di lorong labtek V, termasuk poster saya hihi. Setelah acara presentasi poster selesai selanjutnya saya dan teman saya akan langsung ke Annex dan di jalan saya bertemu dengan Nura -teman seangkatan saya telah menikah di bulan Desember tahun lalu dan sekarang sudah punya anak- dan keluarganya.

1476852104424
Nura- Mama mertua Nura & anaknya – Dilla – Saya

Tapi setelah dipikir-pikir saat itu mendekati jam istirahat pegawai sedangkan untuk menuju Annex membutuhkan waktu untuk naik angkot dan belum lagi kalo ngetem. Karena berpikir mungkin kantornya sudah tutup saat nanti sampai disana sehingga saya memutuskan untuk kembali ke labtek  untuk makan dan pergi bersama teman-teman lainnya ke Annex. Sesampainya di Annex saya memutuskan untuk shalat terlebih dahulu dilanjutkan dengan antre penandatangan ijazah. Setelah itu saya diarahkan ke loket pengambilan toga. Di loket pengambilan toga saya diberikan beberapa berkas untuk keperluan wisuda nanti (kertas parkir, rundown acara, kertas pengambilan ijazah, dll) dan baju toga (baju, topi, kalung). Saya kehabisan baju toga dengan ukuran S jadinya saya mendapatkan M, tapi untungnya itu tidak membuat saya terlihat aneh karena memang pakaian toga itu gimbrang jadi ga masalah kalo dapet ukuran M -tapi kalo dapetnya L, XL gatau deh jadinya gimana. Untuk memerikse kelengkapan baju toga saya memutuskan untuk membuka dan mencobanya di tempat. Saya memeriksanya karena saya memiliki pengalaman saat saya berjaga di pintu wisudawan saat wisuda ada beberapa kasus beberapa wisudawan katanya kalungnya rusaklah, kalungnya ilanglah, dan sebagainya dan saya berpikir ada kemungkinan kerusakan dan ketidaklengkapan itu terjadi pada toga saya.

1476861534418
Saya mencoba pakaian toga

 

bersambung

Keterbatasan

keterbatasan/ke·ter·ba·tas·an/ n keadaan terbatas.

Beberapa tahun terakhir ini saya sangat memilih dan membatasi berbagai kegiatan yang saya lakukan. Saat mau memilih kegiatan yang akan diambil ada berbagai hal yang saya pertimbangkan, yang seringnya berujung gajadi ikut. Di penghujung masa-masa bertitelkan mahasiswa, saya memiliki beberapa penyesalan yang salah satunya adalah menjadikan keterbatasan sebagai excuse untuk tidak mengikuti sebuah kegiatan.Misalnya, saya selalu berpikir bahwa untuk bisa mengikuti kegiatan A saya harus bisa ini itu dan punya ini itu. Terkadang hanya karena saya tidak punya satu hal saya langsung memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut dan kebiasaan itu berlajalan terus hingga akhir masa perkuliahan. Hingga di penghujung masa perkuliahan ini saya mendapatkan pelajaran bahwa keterbatasan yang selama ini saya rasakan adalah tentang pemikiran saya karena pada dasarnya setiap permasalahan memiliki jalan  keluar. Satu hal yang wajib menjadi modal untuk dapat mengatasi berbagai keterbatasan yang ada baik dari fisik, lingkungan dan pikiran adalah tekad yang bulat. Tekad yang bulat membuat semua hal menjadi mungkin meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki.

For each one are successive [angels] before and behind him who protect him by the decree of Allah . Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves. And when Allah intends for a people ill, there is no repelling it. And there is not for them besides Him any patron. (QS Ar-Ra’d : 11)

Batas Minimum

Akhir-akhir ini saya cukup sering merenung, memikirkan hidup yang akan saya jalani setelah saya menyelesaikan studi S1 saya. Apakah dengan gelar tersebut saya bisa membahagiakan orang tua saya, membahagiakan keluarga saya, menjadi role model untuk adik-adik saya, memberikan kesempatan bagi saya untuk bisa bermanfaat bagi sekitar. Rasanya saya sangat khawatir. Tetapi rasa khawatir ini mulai berkurang karena timbul suatu keyakinan dalam diri saya bahwa Allah selalu tahu yang terbaik untuk hambaNya, yang harus kita lakukan adalah mengerjakan kewajiban-kewajiban kita sebagai hambaNya dengan sebaik-baiknya dan percayalah kamu tidak akan kecewa. Saya yang terbiasa mengerjakan segala sesuatu hanya untuk mencapai batas terendah  mulai berpikir bahwa apa yang saya lakukan adalah hal yang salah. Di saat kuliah jika saya mengetahui batas untuk mendapatkan nilai A adalah 80, maka targetku adalah nilai 80. Saya hanya fokus mendapatkan nilai yang memenuhi 80, ya  80,1 okelah. Saya selalu melakukan hal itu saat di bangku kuliah. Namun sekarang saya mulai sadar bahwa berapapun batas nilai yang ditentukan, dengan selalu memberikan yang terbaik dalam pengerjaan tugas dan ujian maka tidak perlulah khawatir mengenai nilai, karena kamu akan mendapatkan yang terbaik.

Sama juga di bulan puasa ini, saya memiliki suatu target amalan ibadah saya. Mindset saya adalah bagaimana saya bisa memenuhi semuanya meskipun dengan batas minimum. Dan dengan memiliki fokus di batas minimum, seringkali targetan itu tidak tercapai. Sehingga saya merasa perlu adanya suatu strategi dalam mencapai targetan. Dan saya telah mencoba dengan kegiatan tilawah saya. Kali ini target tilawah saya dalam sehari adalah 20 halaman, jika saya mengaji dengan qur’an yang biasa saya gunakan maka dengan mudahnya saya menghitung jumlah halaman yang telah saya baca dan malah fokus menghitung jumlah halaman dibanding tilawahnya sendiri. Maka saya mencoba untuk menggunakan al-qur’an lain dengan jumlah ayat yang berbeda untuk setiap halamannya, sehingga saya tidak bisa menghitung secara pasti apakah saya sudah mencapai target tilawah dihari itu atau tidak. Dan setelah beberapa hari saya menggunakan al-qur’an yang berbeda, saya merasakan perubahan yang cukup berarti. Dengan al-qur’an yang berbeda saya merasa lebih bisa fokus kepada kegiatan tilawah yang dilakukan dibandingkan untuk menghitung berapa halaman yang telah saya baca. Dan saya pikir ini akan saya terapkan ke depannya. Bagi saya yang sudah terbiasa untuk mencapai target minimum dalam segala hal perlu sedikit ‘dipaksa’ agar bisa memberikan yang terbaik. Pada akhirnya saya berkesimpulan  bahwa di lebaran nanti saya berharap bisa membeli al-qur’an baru untuk dapat memotivasi diri saya agar bisa lebih baik lagi dalam tilawah, memberikan yang terbaik untuk Allah karena saya tahu Allah tidak akan pernah mengecewakan hambaNya :’)

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.” (QS Al-Mu’minun : 118)

Tahun Akhir (TA)

Sampai saat ini saya memiliki sebuah ketakutan di dalam diri saya. Ini membuat saya seringkali mengkhawatirkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu, yang pada akhirnya menghambat saya melakukan hal-hal baru, mencoba hal-hal baru. Tahun akhir di kuliah saya ini adalah tahun yang istimewa bagi saya, saya belajar banyak hal. Saya yang terbiasa untuk menghindari hal-hal yang menakutkan mulai belajar untuk menghadapi hal-hal yang tersebut, saya sadar bahwa hal-hal yang menakutkan adalah hal yang harus dihadapi bukan untuk dihindari. Di tahun akhir ini sebagai mahasiswa saya harus menyelesaikan tugas akhir saya, dan untuk saya ini adalah hal yang menarik sekaligus menakutkan. Menarik karena melalui TA ini saya belajar banyak hal, bukan hanya belajar tentang materi kuliah tapi proses pengerjaan TA membuat saya belajar banyak hal terutama mengendalikan diri sendiri.

Menakutkan karena bila sebelumnya tugas-tugas sejenis TA dikerjakan secara bersama-bersama secara berkelompok maka untuk TA saya harus berjuang dan menghadapinya sendiri. Well, semoga saya bisa menyelesaikan TA saya di akhir Juli 2016. Aamiin